FILOSOFI TARIAN KESENIAN MOLULO
Filosofi
tarian “lulo” adalah persahabatan, biasa ditujukan kepada muda-mudi suku Tolaki
sebagai ajang perkenalan, mencari jodoh, dan mempererat tali persaudaraan.
Tarian ini dilakukan dengan posisi saling bergandengan tangan dan membentuk
sebuah lingkaran. Peserta tarian ini tidak dibatasi oleh usia maupun golongan,
siapa saja boleh turut serta dalam tarian lulo, kaya miskin, tua, muda boleh
bahkan jika anda bukan suku Tolaki atau dari negara lain bisa bergabung dalam
tarian ini, yang penting adalah bisa mengikuti gerakan tarian ini. Hal lain
yang perlu diperhatikan adalah posisi tangan saat bergandengan tangan, untuk
pria posisi telapak tangan di bawah menopang tangan wanita. Posisi tangan ini
merupakan simbolisasi dari kedudukan, peran, etika pria dan wanita dalam
kehidupan.
Yang
terpenting dari semua itu adalah arti dari tarian Lulo sendiri, yang
mencerminkan bahwa masyarakat Tolaki adalah masyarakat yang cinta damai dan
mengutamakan persahabatan dan persatuan dalam menjalani kehidupannya. Seperti
filosofi masyarakat Tolaki yang diungkapkan dalam bentuk pepatah samaturu,
medulu ronga mepokoaso, yang berarti masyarakat Tolaki dalam menjalani perannya
masing-masing selalu bersatu, bekerja sama, saling tolong–menolong dan
bantu-membantu.
Itulah filosofi
tarian kesenian molulo seperti yang dilansir wikipedia.org
Semoga
bermanfaat.terima kasih






0 komentar:
Posting Komentar